Jatimnomics Direkomendasi Menjadi Model Untuk Merestorasi Ekonomi Nasional

Surabaya,  SeputarMalang.Com  –  Konsep Jatimnomics yang digagas Dr. H. Soekarwo Gubernur Jawa Timur direkomendasi menjadi model untuk merestorasi ekonomi nasional. Jatimnomics dinilai mampu untuk menghadapi dan memenangkan persaingan di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

????????????????????????????????????

Rekomendasi tersebut dihasilkan dari diskusi beberapa pakar ekonomi pada saat melakukan Seminar Nasional Restorasi Kebijakan Ekonomi untuk Percepatan Kemandirian Bangsa di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (28/1/2016).

Jatimnomics mampu menjadikan Jatim menembus di negara-negara ASEAN. Hal tersebut dibuktikan dengan data perdagangan Jatim dengan Negara-negara ASEAN per periode Januari – Oktober 2015 yang mengalami surplus kecuali dengan negara Singapura. Data perdagangan Jatim dengan Malaysia surplus 112,58 juta dollar AS, Thailand 4,14 juta dollar AS, Vietnam 13,07 juta dolla AS, Filipina 66,22 juta dollar AS, Myanmar 20,21 juta dollar AS, Kamboja 3,95 juta dollar AS, Brunei Darussalam 3,94 juta dollar AS, Singapura -1.046,76 juta dollar AS.

Kinerja perdagangan antar pulau pun mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Potensi transaksi perdagangan 2011 mencapai  463,35 triliun triliun, tahun 2014 mencapai 741,43 triliun triliun. Untuk rata-rata potensi transaksi per tahun tumbuh 15 persen (69,52 triliun rupiah).

Menurut Soekarwo sapaan akrab Gubernur Jatim, Jatimnomics merupakan trisula strategi pembangunan yang terdiri dari Produksi (UMKM dan Besar), Sistem Pembiayaan, dan Perdagangan/ Pasar. Targetnya, semua dilibatkan untuk mengambil keputusan bersama dan bertanggung jawab atas apa yang telah dibuat. Pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah mufakat.

“Masyarakat yang dilibatkan mampu bergairah dalam menjalankan perekonomian, karena dapat kredit murah untuk UMKM khususnya yang feasible tidak bankable. Untuk itu, Jatim menyiapkan dana Rp. 1,7 triliun dengan sistem loan agreement bunga ringan maksimal 9 persen suku bunga BPR ke pelaku UMKM. Rincian dana tersebut terdiri dari pinjaman anggaran Pemprov Jatim di Bank Jatim 400 miliar rupiah, dana cadangan pilgub 400 miliar rupiah, dan sisanya dari dana Silpa dan non Silpa,” ujar Pakde Karwo.

Jatimnomics memberikan pemberdayaan kepada masyarakat kecil, memberikan akses pasar dan teknologi. Sedangkan usaha yang besar diberikan garansi berupa ketersediaan listrik, pengadaan lahan, keamanan/ demo buruh kondusif, buruh yang berkualitas, serta kemudahan perijinan.

Sementara itu, Asep Setiawan Kepala Media Research Center (MRC) menjumpai hal yang menarik bahwa Jatim telah melakukan geliat ekonomi lokal domestik (Jatimnomics) dengan melihat celah kerjasama kepada berbagai kalangan baik bersifat B2B, G2G, atau B2G sebelum pemerintah pusat melakukan intervensi ekonomi dengan regulasi dan deregulasinya.

Ketua Panitia Effendi Choirie menjelaskan restorasi pembangunan ekonomi harus dijalankan. Apa yang diusung Pemerintah, lanjut Gus Coy panggilan Effendi harus didukung untuk pembangunan Nasional. “Restorasi harus dijalankan, sebagai upaya pembangunan, itu yang harus ditanamkan,” pungkas Gus Coy.

Selain Seminar Nasional, focus group discussion, Media Research Center juga mengadakan temu bisnis pengusaha Provinsi Jatim dengan pengusaha 26 provinsi melalui Kantor Perwakilan Dagang (KPD). Sampai dengan pukul 12.00 WIB, total transaksi mencapai 134 miliar rupiah dengan rincian transaksi untuk dagang jangka panjang mencapai 23 miliar rupiah, sedangkan jangka pendek mencapai 111 miliar rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.