Akademisi, Budayawan, dan Masyarakat Adat Deklarasikan Gerakan Rakyat Peduli Gambut

Metrotvnews.com, Sleman: Puluhan orang yang terdiri dari akademisi, budayawan, serta masyarakat adat, mendeklarasikan Gerakan Rakyat Peduli Gambut di Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu (16/12/2015)

Deklarasi Jogja atas nama Gerakan Rakyat Peduli Gambut di Balairung UGM. (Foto: Metrotvnews.com/ Ahmad Mustaqim)
Deklarasi Jogja atas nama Gerakan Rakyat Peduli Gambut di Balairung UGM. (Foto: Metrotvnews.com/ Ahmad Mustaqim)

Deklarasi tersebut merupakan hasil dari Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Aksi Bersama Pengelolaan Lahan Gambut Lestari, yang diadakan Media Research Center di Ruang Sidang LPPM UGM. Akademisi UGM, Universitas Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selaman, Universitas Riau, Institut Pertanian Bogor, budayawan M. Shobari dan Radhar Panca Dahana, serta masyarakat adat dari Jambi dan Kalimantan turut serta dalam deklarasi tersebut.

Deklarasi dibacakan Rektor UGM Dwikorita Karnawati, dan berisi enam isi pokok. Pertama, lahan gambut merupakan karunia Tuhan yang diperuntukkan bagu kemakmuran dan berkeadilan sosial bagi bangsa Indonesia serta rahmat bagi seluruh alam.

“Kami menyadari bahwa pengelolaan gambut selama ini sudah mencederai spiritualitas budaya, hukum alam, dan kemaslahatan umat sehingga menimbulkan bencana dan situasinya dalam keadaan darurat,” kata Dwikorita membacakan butir deklarasi poin kedua.

Dalam poin ketiga, Gerakan Rakyat Peduli Gambut bertekad untuk mengembalikan pengelolaan gambut yang lebih beretika dan bijaksana demi kemakmuran rakyat. Poin keempat, isi deklarasi menekankan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem gambut sebagai kesatuan hidrologis.” Caranya dengan memelihara kelembaban dan sesuai dengan watak yang lebih mendekati aslinya, termasuk kearifan lokal yang berlaku disertai perbaikan tata kelola demi keberlangsungan generasi masa depan,” kata Dwikorita.

Sementara dalam poin kelima gerakan tersebut akan menggalang partisipasi seluruh elemen bangsa secara kolektif, sinergis, dan berkelanjutan sebagai wujud tanggung jawab semua pemangku kepentingan bangsa. “Oleh karena itu, untuk memenuhi harapan bangsa, mengantisipasi kehancuran peradaban, dan masa depan bersama, kami bertekad memulai Gerakan Rakyat Peduli Gambut dengan semangat gotong royong yang sesuai dengan keluhuran budaya bangsa Indonesia,” demikian bunyi poin deklarasi keenam.

Dwikorita menambahkan, pasca deklarasi, gerakan tersebut akan menyiap respon-respon cepat untuk mengantisipasi potensi bencana kebakaran saat musim kemarau yang diprediksi mulai datang bulan April dan Mei tahun depan.
MEL/ Ahmad Mustaqim – 16 Desember 2015 17:35 WIB

One thought on “Akademisi, Budayawan, dan Masyarakat Adat Deklarasikan Gerakan Rakyat Peduli Gambut

  1. I am now not certain the place you’re getting your information, but good topic. I needs to spend some time finding out much more or understanding more. Thanks for magnificent info I was in search of this information for my mission.

Leave a Reply

Your email address will not be published.