Peran Survei dalam Pencalonan Pasangan Presiden dan Wakil Presiden

Beberapa lembaga survei merilis tingkat popularitas para calon presiden dan wakil presiden yang akan berlaga pada Pemilihan Presiden tahun 2019. Dengan menggunakan metode riset kuantitatif, survei itu membuktikan pentingnya pendekatan ilmiah dalam menakar opini publik. Lembaga survei yang memiliki kredibilitas telah menunjukkan kualtitasnya dalam Pilpres 2014 dan Pilkada terbaru tahun 2018. Hasil survei menunjukkan mendekati kepada penghitungan riil dari Komisi Pemilihan Umum.

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa pendekatan riset memberikan gambaran mengenai opini publik yang seharusnya menjadi pilihan kebijakan pengambil keputusan. Hitung cepat yang dilengkapi exit pool menunjukkan bahwa hasil riil dapat diprediksi berdasarkan pendekatan ilmiah survei kuantiatif apabila proses metodologi ilmiah diikuti secara akurat. Oleh sebab itu dalam penayangan hasil hitung cepat hampir semua lembaga survei yang kredibel menunjukkan variasi yang sama dari urutan pemenang pemilu.

Pendekatan riset memang telah menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan publik karena dapat memperlihatkan dan bahkan memprediksi – salah satu peran ilmu sosial – apa yang akan terjadi apabila rekomendasi dari hasil riset ditempuh maka sebagian persoalan dapat diselesaikan. Bahkan meskipun jika seperti Pilpres 2014 hasil hitung cepat dan hasil riil itu diperkarakan ke Mahkamah Konstitusi, tetap saja tidak menunjukkan kecurangan yang masif seperti yang akan dibuktikan waktu itu.

Dengan fakta-fakta itu maka di ranah politik dan bahkan seharusnya di semua ranah kebijakan publik, riset seyogyanya menjadi basis dari kebijakan pengambil keputusan. Degan peran penting riset ini baik kuantitatif seperti survei maupun kualitatif seperti focus group discussion, maka kesimpulan dari data yang terkumpula dapat dimanfaatkan secara praktis.

Di neagr-negara maju, banyak kebijakan publik berdasarkan riset yang dilakukan lembaga riset swasta maupun lembaga riset resmi. Bahkan kalangan akademisi ini juga terlibat dalam memberikan pemikiran mengenai kebijakan apa yang akan diambil sebuah institusi ini.

Sekarang masih akan dikaji lagi apakah Pilpres 2019 yang calonnya akan mendaftar paling lambat 10 Agustus 2018 sesuai dengan perkiraan para lembaga survei. Seperti halnya survei selalu saja ada faktor kejutan, faktor margin error dibandingkan hasil survei. Salah satu sebab dari adanya deviasi baik besar ataupun kecil karena adanya faktor-faktor yang terjadi sesudah survei atau bisa juga disebabkan faktor yang mendadak muncul atau lingkungan sosial yang memang karakternya bisa berubah dengan cepat. ***

Comments are closed.