Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Berita terkait hasil FGD “Satu Tahun Pemerintahan Jokowi” (selasa, 6 oktober 2015).

Sejak awal tahun 2012 pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mengalami pelemahan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi di tahun 2014 mencapai angka terendah sekitar 5% dalam 5 tahun terakhir. Namun sayangnya pelambatan ekonomi masih berlangsung pada kuartal pertama 2015, sekitar 4,71% dan kuartal 2 sebesar 4,67%. Sejak 2009 tingkat pertumbuhan ekonomi inilah yang terendah.

Ekomom fakultas Ekonomi dan Bisnis UNPAD Ina Apriliana mengungkapkan pemerintah jokowi-JK hanya berasil menekan inflasi sedangkan sector lainnya merosot. Dalam hal ini memang bukan kesalahan mutlak jokowi, namun kesalahannya adalah memasang target yang kuran realistis sehingga pemerintahan Jokowi harus merevisi target pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,7% menjadi 5,4% dan diturunkan lagi menjadi 5,2%.

Pemerintahan Jokowi JK memang mewarisi situasi yang tidak mudah baik eksternal maupun internal, masalah ekonomi dunia yang melemah dan sejumlah komunitas ekspor Indonesia yang tidak lagi jadi primadona membuat ekspor Indonesia merosot. Tanpa pemulihan harga komoditas andalan ekspor Indonesia dipasar dunia dikhawatirkan ekspor Indonesia terus merosot. Ketua umum Apindo Hariyadi Sukamdani menyatakan pemerinta Jokowi Jk harus segera memulihkan optimism dikalangan masyarakat.

Meski tanpa adanya pemulihan di sector komoditas para pengusaha tetap optimis pemerintahan Jokowi-JK dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terutama jika Jokowi-JK dapat menuntaskan pekerjaan rumahnya dengan baik. Masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan oleh Jokowi-JK dari program Nawacita atupun prinsip trisakti dalam satu tahun ini. Walaupun demikian pemerintahan Jokowi-JK harus menetapkan target secara terukur untuk seluruh kebijakan ekonominya serta mendorong terjadinya sinergi dan kordinasi diseluruh lembaga dan aparaturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.